Desa Lerpak, Kec. Geger, 25 Mei 2026 – Akses vital warga Desa Lerpak menuju pusat kecamatan dan pasar masih dibiarkan rusak parah. Jalan kabupaten di Dusun Sedang dan Dusun Rogang yang sudah bertahun-tahun berlubang, becek, dan membahayakan pengendara, tak kunjung mendapat perbaikan dari pemerintah kabupaten.
Jalan kabupaten ruas Kembang Sempal-Batokoceng ini memiliki panjang sekitar 19 Km, sementara yg sudah di perbaiki sekitar 6 KM. Pemerintah Desa Lerpak sudah berulang kali mengajukan proposal perbaikan tapi hasilnya masih nihil.
Tak ada pilihan lain, warga dan pemerintah desa memilih turun tangan sendiri. puluhan warga bergotong royong menimbun lubang, meratakan jalan dan membeli material dengan iuran swadaya.
“Ini jalan kabupaten, bukan jalan desa. Tapi kami yang setiap hari jatuh bangun di atasnya. Sudah sering diusulkan, tapi nihil. Kami tidak mau menunggu korban lagi,” tegas Kepala Desa Lerpak, Bapak Baikuni, di lokasi pengerjaan.
Kondisi jalan yang rusak parah selama musim hujan berubah menjadi kubangan lumpur. Anak sekolah terlambat, dan mobil layanan darurat kesulitan masuk. Kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian warga terhadap desa. Gotong royong swadaya ini melibatkan banyak warga, mulai dari pemuda hingga orang tua. Mereka bekerja tanpa upah, hanya berbekal semangat agar aktivitas masyarakat desa berjalan lancar.
Kepala Desa Lerpak yang hadir di lokasi menyebut aksi warga sebagai bentuk kepedulian tinggi.
“Kami apresiasi semangat warga. Tapi ini seharusnya tidak perlu terjadi kalau fungsi perawatan jalan kabupaten berjalan. Kami harap dinas terkait segera turun melihat langsung,” ujarnya.
Kepala Dusun Sedang, Hambali juga mengucapkan Terima kasih kepada Pemerintah Desa dan bapak bupati Bangkalan yang juga ikut menyumbang adanya swadaya ini.
" Terima kasih banyak kepada bapak bupati Bangkalan bapak Lukman hakim dan kepala desa lerpak bapak Baikuni yang sudah mendukung dan memberi sumbangan material semuga warga semakin semangat dan kompak dalam melakukan gotong royong ini"
Dan juga Hambali juga berterima kasih kepada semua warga yang juga ikut berpartisipasi dalam pengerjaan swadaya ini baik berupa tenaga, fikiran dan sumbangan uang.
Warga Lerpak kini menunggu. Jika perbaikan permanen tak kunjung datang, mereka khawatir swadaya yang dilakukan hanya bertahan beberapa bulan sebelum kembali rusak.